Apa yang terjadi jika seorang buta disuruh mendeskripsikan seekor gajah? Dia akan bilang gajah itu seperti ular jika dia menyentuh gajah di belalainya, atau dia akan bilang gajah itu seperti batang pohon jika dia menyentuh kakinya, dia juga bisa jadi bilang gajah itu seperti tembok saat dia memegang badannya, atau seperti kipas besar saat memegang telinganya, seperti pecut saat memegang ekornya, dan masih banyak deskripsi yang lain. Itulah yang disebut memahami secara tidak utuh, hanya memahami dari satu sisi saja.
Jika kita melihat seorang ibu menyulam kain dengan benang, coba kita perhatikan sisi bagian bawah dari sulaman itu, maka kita akan melihat sulaman benang yang tidak beraturan dan tidak rapi, beberapa benang saling melintang tumpang tindih dll. Namun jika kita melihat dari bagian atas sulaman maka kita akan melihat suatu susunan yang sangat rapi dari benang yang membentuk suatu motif seperti bunga, hewan, dll. yang sangat indah. Itulah pemahaman manusia terhadap takdirnya, Allah selalu memberikan suatu pola yang indah kepada makhluknya namun manusia selalu memahami dari sisi yang lain sehingga melihat pola yang indah itu menjadi seperti pola yang rumit.
Seringkali kita melihat suatu peristiwa dari satu sisi saja, kita tidak pernah mencoba melihat dari sisi yang lain atau melihat dari sisi yang lebih universal/makro. Hal-hal yang kita anggap buruk saat menimpa kita belum tentu itu adalah hal buruk, bisa jadi itu adalah salah satu bagian dari rangkaian hal yang indah. Sebaliknya hal yang kita anggap indah bisa jadi itu adalah rangkaian dari hal yang buruk untuk kita. Contohnya ? banyak.. dan kita semua pasti sudah tau.
Saat kita mendapatkan sesuatu yang tidak kita harapkan, saat kita disakiti orang, saat kita ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, saat kita merasa diperlakukan sesorang dengan tidak adil, dan hal-hal lain yang menurut kita menyakitkan, maka hendaklah kita mencoba melihat dari sisi yang lain terlebih dahulu sebelum kita menyatakan hal itu buruk bagi kita.
Bagaimana caranya melihat dari sisi yang lain? yang pertama jika itu berkaitan dengan orang lain yang memperlakukan kita dengan buruk, maka cobalah melihat dari sisi orang itu, mengapa dia melakukan hal itu. Jika kita merasa ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi, merasa diperlakukan tidak adil, dan merasa sangat disakiti, maka ”STOP” untuk berfikir seperti itu dulu. Coba kita melihat dari sisi orang yang menyakiti kita. Apakah benar dia berniat menyakiti kita? Apakah dia sedang dihadapkan pada suatu pilihan yang harus mengorbankan kita untuk hal yang dia rasa lebih baik untuknya dan untuk kita? Apakah dia mempunyai kebutuhan yang kita tidak bisa memenuhinya?
Apakah benar dia berniat menyakiti kita? Kita bisa menyayangi seseorang jika orang itu sangat berarti buat kita misal : orang tua, suami/istri, sahabat, dll. Orang itu bisa berarti buat kita karena mereka sudah melakukan sesuatu buat kita. Coba kita putar ulang kembali, apa yang telah dilakukan orang itu terhadap kita. Tentunya sudah banyak hal baik yang sudah dilakukan orang itu hingga kita bisa menyayanginya. Lalu bandingkan semua hal baik yang telah dilakukan orang itu dengan hal buruk yang dilakukan orang itu sekarang. Sebandingkah? apakah kebaikannya lebih besar? apakah hal buruk itu bisa menghapus kebaikannya selama ini? Jawabnya di diri kita masing2, tapi jika kita mau berfikir positif, jika merasa kebaikannya selama ini cukup besar dibandingkan yang dilakukan sekarang, yakinlah bahwa orang itu tidak berniat menyakiti kita.
Apakah dia sedang dihadapkan pada suatu pilihan yang harus mengorbankan kita untuk hal yang dia rasa lebih baik untuknya dan untuk kita? Jelas itu suatu pilihan bagi dia, permasalahannya adalah bagaimana akibat dari pilihan itu? 1.Baik untuk dia dan baik untuk kita, 2.Baik untuk dia dan buruk untuk kita, 3.buruk untuk dia dan baik untuk kita, 4.buruk untuk dia dan buruk untuk kita. No. 1 hal ideal dari suatu pilihan tapi sulit di capai. No. 4 adalah kebodohan memilih. No. 2 Kita dikorbankan oleh dia. No. 3 Dia berkorban untuk kita. Trus bagaimana bisa tau pilihan itu baik/buruk untuk dia? yang tau baik buruknya adalah orang itu sendiri. Kita hanya bisa tau baik/buruknya untuk kita. Sementara untuk tau itu baik/ buruk kita harus melihat secara makro dari seluruh peristiwa, Tapi jika kita yakin setiap kejadian adalah sudah direncanakan oleh Allah untuk kebaikan kita maka asumsikan bahwa hal itu baik untuk kita, sehingga kita bisa menganggap bahwa yang terjadi adalah no.1 pilihan ideal atau no.3 dia berkorban untuk kita.
Apakah dia mempunyai kebutuhan yang kita tidak bisa memenuhinya? Ketahuilah setiap orang punya kebutuhan dan tidak semua kebutuhan kita bisa memenuhinya. Jadi jelas bahwa dia melakukan itu karena kita tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Apakah untuk memenuhi kebutuhannya, dia harus mengorbankan kita? kembali ke pertanyaan sebelumnya bahwa itu adalah pilihan dan dia sudah kita asumsikan pilihan yang diambil adalah yang ideal atau dia sedang berkorban buat kita.
Jadi dari tiga pertanyaan diatas maka jika kita melihat dari sisi yang lain dengan mengambil asumsi positif maka disimpulkan : Dia tidak berniat menyakiti kita, namun dia mempunyai kebutuhan yang tidak kita miliki, sehingga dia mengambil pilihan yang ideal baik untuk kita dan baik untuk dia atau dia sebenarnya sedang berkorban untuk kita agar kita tidak terbebani oleh kebutuhan dia.
Apakah merasa kesimpulannya tidak sesuai dengan kenyataan? Mungkin kita merasa kenyataannya bahwa dia menyakiti kita, dia mengorbankan kita untuk meraih kebutuhan kesenangannya semata. Hal itu bisa terjadi karena kita masih sangat yakin sisi yang selama ini kita pahami adalah benar, coba sisi yang lain mulai kita pertimbangkan nanti akan mendapatkan kesimpulan yang lebih berimbang.
Setelah kita memahami dari sisi orang itu. Langkah kedua coba liat dari sisi universal. Untuk melihat dari sisi universal aturan yang harus dipahami dan diyakini adalah Allah tidak akan menyakiti hambanya dan Allah akan selalu memberikan kebaikan untuk hambanya. Jika kita memahami aturan universal tersebut maka diharapkan kita melihat kebaikan positif dari kejadian itu.
Bagaimana caranya melihat yang universal? Coba kita lihat kejadian sebelum dan sesudahnya. Sisi yang selama ini kita pahami adalah sebelumnya orang itu baik kepada kita sehingga kita bahagia, namun sekarang dia meninggalkan kita dan menyakiti kita.
Coba kita lihat dengan cara lain misal : Sebelumnya orang itu baik kepada kita sehingga kita belajar kebaikan dari dia, namun sekarang dia meninggalkan kita dan kita bisa semakin dekat dan lebih menyayangi orang-orang yang juga ditinggalkannya. Atau sekarang kita lebih bisa memahami bagaimana cara berbuat baik agar lebih dekat ke seseorang agar kita tidak meninggalkan orang yang kita sayangi. Kita bisa lebih dekat ke keluarga yang lain, sahabat yang lain. Masih banyak cara pandang yang lain yang menunjukkan rangkaian positif dari kejadian-kejadian yang sudah direncanakan oleh Allah.
So.. cobalah melihat dari sisi yang lain, maka kita akan menemukan hal yang berbeda dari yang selama ini kita pahami. Kita akan melihat rangkaian peristiwa yang indah dari kesedihan yang kita alami. Kita akan melihat suatu kebaikan dari peristiwa yang kita anggap buruk. Kita akan lebih merasakan Allah bersama kita dan tidak akan merasa Allah meninggalkan kita.
Kita tidak akan bisa merubah sesuatu yang telah terjadi dan jangan berharap banyak untuk mengembalikan kejadian seperti semula, namun ikhlaskan dan pasrahkan semua kejadian yang telah dan akan kita hadapi, karena kita sebenarnya sedang dalam rangkaian sulaman indah yang dilakukan oleh Allah SWT.
No comments:
Post a Comment